Ilustrasi saling memaafkan

Liputan6.com, Jakarta Pernah merasa sakit hati yang mendalam karena perbuatan orang lain? Memaafkan, terutama ketika yang menyakiti adalah orang terdekat, terasa sangat sulit. Namun, tahukah kamu bahwa memaafkan bukanlah untuk mereka, melainkan untuk dirimu sendiri? Proses ini membutuhkan waktu dan kesabaran, tetapi hasilnya sangat berharga.

Ketika seseorang menyakitimu, perasaan marah, kecewa, dan sakit hati mungkin akan membayangi pikiranmu. Kamu mungkin merasa tidak akan pernah bisa melupakan kejadian tersebut. Bahkan setelah amarah mereda, kamu mungkin terus memikirkan pengkhianatan itu daripada membiarkannya menjadi kenangan.

Ini adalah perasaan yang umum, namun ketidakmampuan memaafkan justru dapat membahayakan dirimu sendiri. Memaafkan berarti memilih untuk melepaskan amarah, sakit hati, dan keinginan untuk membalas dendam. Ini adalah proses yang berfokus pada diri sendiri, untuk membebaskan diri dari beban emosi negatif.

Memaafkan orang yang sulit dimaafkan seringkali dianggap sebagai proses yang berat dan memakan waktu. Namun, inti dari pengampunan bukanlah untuk membenarkan kesalahan orang lain, melainkan untuk membebaskan diri dari belenggu emosi negatif seperti dendam dan sakit hati.

Dengan memaafkan, kamu membuka jalan menuju penyembuhan dan kedamaian batin. Proses ini dimulai dengan memahami perasaanmu sendiri, kemudian berempati, dan akhirnya memilih untuk melepaskan amarah dan kebencian. Berikut cara memaafkan orang yang sulit dimaafkan, dirangkum Liputan6.com dari Healthline, Kamis (3/4/2025).