:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5156108/original/043999400_1741427558-c1438f3fe8817e50e6a2ece010cad8b7.jpg)
Liputan6.com, Jakarta Memahami niat sholat qobliyah dzuhur merupakan hal yang penting bagi umat Muslim yang ingin memperkaya ibadah mereka. Niat sholat qobliyah dzuhur menjadi kunci utama sebelum melaksanakan ibadah sunah ini, karena tanpa niat yang benar, ibadah tidak akan diterima. Sebagai salah satu sholat sunah rawatib yang dilakukan sebelum sholat fardhu Dzuhur, memahami niat sholat qobliyah dzuhur dengan benar akan membantu kita mendapatkan manfaat spiritual yang maksimal.
Dalam praktiknya, niat sholat qobliyah dzuhur dapat diucapkan sebelum takbiratul ihram. Sholat sunah ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu 2 rakaat atau 4 rakaat sebelum adzan Dzuhur berkumandang. Banyak Muslim yang belum mengetahui secara lengkap bacaan niat sholat qobliyah dzuhur beserta tata caranya, padahal sholat sunah ini memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana dijelaskan dalam beberapa hadits shahih.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang niat sholat qobliyah dzuhur, mulai dari pengertian, dalil yang mendasarinya, tata cara pelaksanaan, hingga keutamaan yang didapatkan bagi orang yang rajin mengerjakannya. Dengan memahami niat sholat qobliyah dzuhur dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan kita bisa mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari api neraka sebagaimana yang dijanjikan dalam hadits-hadits Rasulullah SAW.
Berikut informasi lengkapnya, yang telah Liputan6.com rangkum pada Sabtu (29/3).
Satu hal yang dirindukan imigran Muslim di AS termasuk dari Indonesia adalah suara adzan dari masjid, mengingatkan sholat dan buka puasa saat Ramadan. Tapi di Minneapolis, Minnesota suara adzan kini terdengar, berkat dukungan pemda bagi umat Islam ya…
Pengertian Sholat Qobliyah Dzuhur
Sholat qobliyah Dzuhur merupakan bagian dari sholat sunah rawatib yang dilakukan sebelum melaksanakan sholat fardhu Dzuhur. Kata “qobliyah” berasal dari bahasa Arab yang berarti “sebelum”, sehingga sholat qobliyah Dzuhur dapat diartikan sebagai sholat sunah yang dikerjakan sebelum sholat wajib Dzuhur. Sholat sunah rawatib sendiri adalah sholat sunah yang mengiringi sholat fardhu, baik sebelum (qobliyah) maupun sesudah (ba’diyah).
Dalam kitab Shalatul Mu’min karya Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, dijelaskan bahwa sholat sunah rawatib terbagi menjadi dua jenis, yaitu sholat rawatib muakkad dan sholat rawatib ghairu muakkad. Sholat rawatib muakkad adalah sholat rawatib yang sangat ditekankan untuk dilakukan, sementara sholat rawatib ghairu muakkad adalah sholat rawatib yang tidak terlalu ditekankan.
Sholat qobliyah Dzuhur termasuk dalam kategori sholat sunah rawatib muakkad, yang berarti sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Hal ini ditunjukkan oleh kebiasaan Rasulullah SAW yang tidak pernah meninggalkan sholat ini, sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA, “Beliau (Rasulullah SAW) tidak pernah meninggalkan 4 rakaat (sunah) sebelum sholat Dzuhur dan 2 rakaat (sunah) sebelum sholat Subuh.” (HR Bukhari).
Sholat qobliyah Dzuhur dapat dilakukan sebanyak 2 rakaat atau 4 rakaat. Jika dilakukan 4 rakaat, bisa dikerjakan dengan dua cara, yaitu 4 rakaat dengan 2 kali salam (2 rakaat + 2 rakaat) atau 4 rakaat dengan 1 kali salam tanpa tasyahud awal. Kedua cara ini memiliki dasar dalam sunnah Rasulullah SAW dan sama-sama dianjurkan.
Dalil dan Anjuran Sholat Qobliyah Dzuhur
… Selengkapnya
Anjuran untuk melaksanakan sholat qobliyah Dzuhur memiliki landasan yang kuat dari berbagai hadits shahih. Salah satu hadits yang mendasari anjuran ini adalah hadits dari Ummul Habibah RA, istri Rasulullah SAW, yang menyatakan, “Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang mengerjakan sholat (sunah) sebanyak 12 rakaat dalam sehari semalam, kelak akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga’.”
Hadits tersebut kemudian dijelaskan lebih rinci dalam Sunan Tirmidzi melalui riwayat yang sama dari Ummu Habibah RA. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang mengerjakan sholat (sunah) sebanyak 12 rakaat dalam sehari semalam, kelak akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga. Kedua belas rakaat itu adalah 4 rakaat sebelum sholat Dzuhur, 2 rakaat sesudah sholat Dzuhur, 2 rakaat sesudah sholat Maghrib, 2 rakaat sesudah sholat Isya, dan 2 rakaat sebelum sholat Subuh.” (Dishahihkan Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi).
Rincian yang sama juga disebutkan dalam hadits riwayat Aisyah RA, di mana Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang selalu mengerjakan sholat sunah 12 rakaat (dalam sehari semalam), maka kelak Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga. Keduabelas rakaat itu adalah 4 rakaat sebelum sholat Dzuhur, 2 rakaat sesudah sholat Dzuhur, 2 rakaat sesudah sholat Maghrib, 2 rakaat sesudah sholat Isya, dan 2 rakaat sebelum sholat Subuh.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah, dishahihkan Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi dan dalam Shahih Sunan Ibnu Majah).
Selain janji rumah di surga, sholat qobliyah Dzuhur juga memiliki keutamaan berupa perlindungan dari api neraka. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Imam Ahmad disebutkan, “Siapa saja yang mengerjakan dengan rutin 4 rakaat sebelum Dzuhur dan 4 rakaat sesudahnya, maka Allah SWT mengharamkan api neraka padanya.” Hadits ini menunjukkan betapa besarnya pahala yang dijanjikan bagi orang yang konsisten menjalankan sholat qobliyah dan ba’diyah Dzuhur.
Niat dan Tata Cara Sholat Qobliyah Dzuhur
Niat Sholat Qobliyah Dzuhur 2 Rakaat
Untuk melaksanakan sholat qobliyah Dzuhur 2 rakaat, niat yang dibaca adalah:
أَصَلَّى سُنَّةَ الظهرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatadzh dzhuhri rak’ataini qobliyatan lillaahi ta’aala
Artinya: “Aku niat mengerjakan sholat sunah dua rakaat sebelum Dzuhur karena Allah Ta’ala.”
Atau bisa juga menggunakan versi niat yang lebih lengkap:
أُصَلِّي سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatadh dhuhri rok’ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat mengerjakan salat sunah sebelum zuhur 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”.
Niat Sholat Qobliyah Dzuhur 4 Rakaat (1 Kali Salam)
Jika sholat qobliyah Dzuhur dilakukan 4 rakaat dengan sekali salam (tanpa tasyahud awal), maka bacaan niatnya adalah:
أُصَلِّي سُنَّةَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatadh dzhuhri arba’a raka’aatin qobliyatan lillaahi ta’aala
Artinya: “Aku niat sholat sunah sebelum Dzuhur empat rakaat karena Allah ta’ala.”
Niat Sholat Qobliyah Dzuhur 4 Rakaat (2 Kali Salam)
Apabila ingin melaksanakan sholat qobliyah Dzuhur 4 rakaat dengan 2 kali salam (2 rakaat + 2 rakaat), maka cukup menggunakan niat sholat qobliyah Dzuhur 2 rakaat yang diulang sebanyak dua kali.
Tata Cara Pelaksanaan
Tata cara pelaksanaan sholat qobliyah Dzuhur sama seperti sholat sunah pada umumnya, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Membaca Niat
Membaca niat sesuai dengan jumlah rakaat yang akan dikerjakan.
Takbiratul Ihram
Mengucapkan “Allahu Akbar” dengan mengangkat kedua tangan. Bagi laki-laki, posisi tangan berada di atas pundak dengan jari-jari agak direnggangkan, ujung jari-jari diluruskan dengan daun telinga bagian atas dan condong ke arah kiblat.
Membaca Doa Iftitah
Membaca doa iftitah sebagaimana dalam sholat wajib.
Membaca Surat Al-Fatihah
Setelah doa iftitah, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah dengan tartil.
Membaca Surah Al-Quran
Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat-surat pendek dari Al-Qur’an, seperti Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau surat lainnya.
Rukuk dengan Tuma’ninah
Melakukan rukuk dengan membaca tasbih sebanyak tiga kali.
I’tidal
Setelah rukuk, bangkit dan berdiri tegak sambil mengangkat kedua tangan setinggi telinga (laki-laki) atau dada (perempuan).
Sujud
Melakukan sujud dengan dahi menyentuh lantai dan membaca tasbih.
Duduk di Antara Dua Sujud
Duduk di antara dua sujud dengan membaca doa.
Sujud Kedua
Melakukan sujud kedua dengan bacaan yang sama seperti sujud pertama.
Rakaat Kedua
Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulangi gerakan seperti pada rakaat pertama.
Tasyahud Akhir
Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk untuk tasyahud akhir. Posisi duduk yang disunahkan adalah duduk tawarruk dengan pantat tetap menempel di tempat sholat. Posisi kedua tangan berada di atas paha, dengan jari-jari tangan kanan menggenggam kecuali jari telunjuk, dan ujung ibu jari menyentuh pangkal jari telunjuk.
Membaca Salam
Setelah membaca tasyahud akhir, mengakhiri sholat dengan mengucapkan salam.
Jika melaksanakan sholat qobliyah Dzuhur 4 rakaat dengan 2 kali salam, maka setelah rakaat kedua langsung membaca tasyahud akhir dan salam, kemudian memulai kembali dengan niat yang sama untuk 2 rakaat berikutnya.
Keutamaan Sholat Qobliyah Dzuhur
Sholat qobliyah Dzuhur memiliki berbagai keutamaan yang sangat besar bagi orang yang konsisten melaksanakannya. Keutamaan-keutamaan tersebut telah disebutkan dalam beberapa hadits shahih yang diriwayatkan oleh para sahabat Rasulullah SAW.
Keutamaan pertama adalah janji mendapatkan rumah di surga. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Ummu Habibah dan Aisyah RA, bahwa orang yang konsisten mengerjakan sholat sunah rawatib sebanyak 12 rakaat dalam sehari semalam, termasuk 4 rakaat sebelum Dzuhur, akan dibangunkan sebuah rumah di surga. Ini merupakan anugerah yang sangat besar dari Allah SWT sebagai balasan atas keistiqamahan dalam beribadah.
Keutamaan kedua adalah perlindungan dari api neraka. Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dan Imam Ahmad disebutkan, “Siapa saja yang mengerjakan dengan rutin 4 rakaat sebelum Dzuhur dan 4 rakaat sesudahnya, maka Allah SWT mengharamkan api neraka padanya.” Ini menunjukkan betapa Allah SWT sangat menghargai usaha hamba-Nya yang memperbanyak ibadah sunah, terutama sholat qobliyah dan ba’diyah Dzuhur.
Selain itu, sholat qobliyah Dzuhur juga memiliki keutamaan untuk membersihkan dosa-dosa kecil. Sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits, sholat-sholat sunah dapat menjadi penebus dosa-dosa kecil yang dilakukan oleh seorang Muslim. Dengan rajin mengerjakan sholat qobliyah Dzuhur, seorang Muslim dapat membersihkan diri dari berbagai kesalahan dan dosa kecil yang mungkin tidak disadari.
Dari segi waktu, sholat qobliyah Dzuhur juga dilaksanakan pada salah satu waktu yang dianjurkan untuk berdoa dan beribadah, yaitu sebelum waktu Dzuhur. Waktu ini termasuk waktu yang mustajab (dikabulkan) untuk berdoa, sehingga selain mendapatkan pahala sholat sunah, kita juga memiliki kesempatan untuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT pada waktu yang baik.
Niat sholat qobliyah dzuhur merupakan komponen penting dalam pelaksanaan sholat sunah rawatib sebelum sholat fardhu Dzuhur. Sebagai bagian dari sholat sunah rawatib muakkad, sholat qobliyah Dzuhur sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara konsisten, baik 2 rakaat maupun 4 rakaat.
Berbagai hadits shahih telah menjelaskan keutamaan dari sholat qobliyah Dzuhur, mulai dari janji rumah di surga hingga perlindungan dari api neraka. Ini menunjukkan betapa besar pahala yang dijanjikan Allah SWT bagi hamba-Nya yang istiqomah menjalankan sholat sunah ini.
Dalam pelaksanaannya, sholat qobliyah Dzuhur dapat dikerjakan dengan beberapa variasi, baik 2 rakaat, 4 rakaat dengan 1 kali salam, atau 4 rakaat dengan 2 kali salam. Semua cara tersebut memiliki dasar dalam sunnah Rasulullah SAW dan dapat dipilih sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan masing-masing.
Dengan memahami niat dan tata cara sholat qobliyah Dzuhur dengan benar, diharapkan umat Muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan khusyuk dan istiqomah, sehingga mendapatkan berbagai keutamaan dan keberkahan yang dijanjikan Allah SWT. Wallaahu a’lam bishawab.
Leave a Reply